Akutansi,siklus,nilai uang

PENGERTIAN AKUNTANSI

Warren dkk (2005:10) menjelaskan bahwa: “secara umum, akuntansi dapat didefinisikan sebagai sistem informasi yang menghasilkan laporan kepada pihak- pihak yang berkepentingan mengenai aktivitas ekonomi dan kondisi perusahaan”. Akuntansi adalah pengukuran, penjabaran, atau pemberian kepastian mengenai informasi yang akan membantu manajer, investor, otoritas pajak dan pembuat keputusan lain untuk membuat alokasi sumber daya keputusan di dalam perusahaan, organisasi, dan lembaga pemerintah. Akuntansi adalah seni dalam mengukur, berkomunikasi dan menginterpretasikan aktivitas keuangan. Secara luas, akuntansi juga dikenal sebagai “bahasa bisnis”.Akuntansi bertujuan untuk menyiapkan suatu laporan keuangan yang akurat agar dapat dimanfaatkan oleh para manajer, pengambil kebijakan, dan pihak berkepentingan lainnya, seperti pemegang saham, kreditur, atau pemilik. Pencatatan harian yang terlibat dalam proses ini dikenal dengan istilah pembukuan. Akuntansi keuangan adalah suatu cabang dari akuntansi dimana informasi keuangan pada suatu bisnis dicatat, diklasifikasi, diringkas, diinterpretasikan, dan dikomunikasikan. Auditing, satu disiplin ilmu yang terkait tapi tetap terpisah dari akuntansi, adalah suatu proses dimana pemeriksa independen memeriksa laporan keuangan suatu organisasi untuk memberikan suatu pendapat atau opini – yang masuk akal tapi tak dijamin sepenuhnya – mengenai kewajaran dan kesesuaiannya dengan prinsip akuntansi yang berterima. Littleton (Muhammad, 2002:10) mendefinisikan: “tujuan utama dari akuntansi adalah untuk melaksanakan perhitungan periodik antara biaya (usaha) dan hasil (prestasi). Konsep ini merupakan inti dari teori akuntansi dan merupakan ukuran yang dijadikan sebagai rujukan dalam mempelajari akuntansi.”

SIKLUS AKUNTANSI

 

Siklus akuntansi adalah suatu proses penyediaan laporan keuangan perusahaan untuk suatu periode waktu tertentu. Siklus ini dimulai dari terjadinya transaksi, sampai penyiapan laporan keuangan pada akhir suatu periode. Siklus akuntansi adalah tahapan kegiatan yang dilalui dalam melaksanakan kegiatan akuntansi. Proses tersebut berjalan terus menerus dan berulang kembali sehingga merupakan suatu siklus.

1. Mengumpulkan Bukti Transaksi
2. Mencatat/memposting dalam Buku Harian Jurnal sesuai tanggal
3a. Memasukkan ke Buku Besar setelah pencatatan harian
4. Memasukkan ke dalam Neraca Saldo
5. Mengumpulkan Data dan Bukti Penyesuaian
6. Memasukkan ke dalam Neraca Lajur
7. Memasukkan ke dalam Laporan Keuangan dari Neraca Lajur
8. Membuat Jurnal Penyesuaian
3b. Memasukkan ke dalam Buku Besar Setelah Penyesuaian
9. Membuat Jurnal Penutup dari Neraca Lajur
3c. Menggabungkan Buku Besar Setelah Penyesuaian dengan Jurnal Penutup ke dalam Buku Besar Setelah Penutupan
10. Membuat Neraca Saldo dan Neraca Rugi/Laba
11. Membuat Neraca Saldi Setelah Penutupan
12. Membuat Ayat Jurnal Pembalik sebagai Data Periode Akuntansi Baru
13. Saldo Periode Lalu menjadi Saldo Periode Akuntansi Mendatang (Baru).

PERANAN AKUNTANSI DALAM PENYEDIAAN INFORMASI

Dalam unit ini, kita prihatin dengan memperkenalkan peran dan sifat akuntansi, para pengguna informasi akuntansi dan informasi mereka kebutuhan. We begin by explaining the primary role of accounting, which is to aid economic decision making. Unless accounting can help users of accounting information to make more informed decisions it has no real value. Kita mulai dengan menjelaskan peran utama akuntansi, yang untuk membantu pengambilan keputusan ekonomi. Kecuali akuntansi yang dapat membantu pengguna informasi akuntansi untuk membuat lebih banyak keputusan tidak memiliki nilai riil. We then consider which groups are interested in using accounting information and what kind of information they are seeking. Kami kemudian mempertimbangkan kelompok mana yang tertarik menggunakan informasi akuntansi dan jenis informasi yang mereka cari.

You may think that cash is what really matters in a business and that all that is needed to help users is a statement of the cash generated for a particular period. However, this is not the case. Anda mungkin berpikir uang itu adalah apa yang benar-benar penting dalam bisnis dan bahwa semua yang diperlukan untuk membantu pengguna adalah pernyataan dari kas yang dihasilkan untuk jangka waktu tertentu,. Namun hal ini tidak terjadi. Using an example, we illustrate why the reporting of cash is not sufficient to meet the needs of users. Menggunakan contoh, kita menggambarkan mengapa pelaporan kas tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan pengguna. Following on from this example, we consider the main reports that may be helpful for decision-making purposes. Berikut dari contoh ini, kita mempertimbangkan laporan-laporan utama yang dapat membantu untuk keperluan pembuatan keputusan.

Although accounting information may be far from perfect, it can often be more useful for making economic decisions than other sources of information available to users. Meskipun informasi akuntansi mungkin jauh dari sempurna, sering kali dapat lebih berguna untuk pengambilan keputusan ekonomi dari sumber informasi lain yang tersedia untuk pengguna. However, a key issue is how the usefulness of accounting information may be assessed. Namun, masalah utama adalah bagaimana manfaat informasi akuntansi dapat dinilai. One approach is to examine the extent to which the accounting information produced contains certain desirable qualities. Satu pendekatan adalah untuk menguji sejauh mana informasi akuntansi yang dihasilkan mengandung kualitas yang diinginkan tertentu. In this unit, we discuss the main qualities that accounting information should possess. Dalam unit ini, kita membahas sifat-sifat utama yang harus dimiliki informasi akuntansi.

The unit is concerned with accounting within a business context and so the main forms of business enterprise are briefly considered. Unit ini berkaitan dengan akuntansi dalam konteks bisnis dan bentuk-bentuk utama bisnis perusahaan secara singkat dipertimbangkan. We describe the main characteristics of each form of business enterprise and discuss the factors that influence the decision concerning which form of enterprise to adopt. Kami menggambarkan karakteristik utama dari setiap bentuk badan usaha dan mendiskusikan faktor-faktor yang mempengaruhi keputusan mengenai yang merupakan perusahaan untuk mengadopsi.

NILAI UANG

           Pada dasarnya nilai uang dapat dilihat dari dua sudut pandang, yaitu nilai uang dilihat dari bahan pembuatannya dan dilihat dari penggunaannya.

a. Nilai Uang Dilihat dari Bahan Pembuatannya

1) Nilai  Intrinsik

Nilai intrinsik uang adalah nilai uang berdasarkan bahan-bahan pembuatan uang. Contohnya, untuk membuat uang logam Rp100,00 diperlukan logam perak seberat 1gram. Dengan demikian, uang sebesar Rp100,00 sama dengan harga yang senilai dengan 1 gram perak. Inilah yang disebut nilai intrinsik uang.

2) Nilai  Nominal

Pada uang  Rp100.000,00  tertera  angka  seratus ribu  rupiah, maka nilai nominal uang tersebut adalah seratus ribu rupiah. Nilai nominal uang adalah nilai yang tertera pada setiap mata uang yang bersangkutan. Dari dua nilai uang di atas menimbulkan dua istilah fiducier money  dan full bodied money.

1) Fiducier money, yaitu uang yang memiliki nilai nominal lebih besar daripada nilai intrinsiknya. Contohnya ialah semua uang kertas.

2) Full bodied money,  yaitu uang yang memiliki  nilai  nominal sama dengan nilai intrinsiknya. Contohnya ialah semua jenis mata uang logam sehingga uang logam disebut juga full bodied money.

b. Dilihat  dari Penggunaannya

1) Nilai internal  adalah kemampuan suatu mata uang apabila ditukarkan dengan barang. Dengan kata lain, nilai internal uang adalah daya beli uang terhadap barang dan jasa. Contoh uang sebesar Rp200.000,00 dapat ditukarkan dengan 1 gram emas. Ini berarti nilai internal uang Rp200.000,00 adalah sebesar 1 gram emas.

2) Nilai eksternal  adalah kemampuan uang dalam negeri apabila dibandingkan dengan mata uang asing (valuta asing). Dengan kata lain yang dimaksud nilai ekster nal  uang  adalah daya  beli  uang  dalam  negeri  terhadap  mata uang  asing  atau  lebih  dikenal  dengan  istilah  kurs.  Contohnya,  uang Rp100.000,00 mampu ditukarkan dengan 10 Dollar Amerika Serikat (US$ 10 =  Rp100.000,00).  Ini  berarti uang  Rp100.000,00  mempunyai nilai ekster nal sama dengan 10 Dollar Amerika Serikat.

Uang dalam ilmu ekonomi tradisional didefinisikan sebagai setiap alat tukar yang dapat diterima secara umum. Alat tukar itu dapat berupa benda apapun yang dapat diterima oleh setiap orang di masyarakat dalam proses pertukaran barang dan jasa. Dalam ilmu ekonomi modern, uang didefinisikan sebagai sesuatu yang tersedia dan secara umum diterima sebagai alat pembayaran bagi pembelian barang-barang dan jasa-jasa serta kekayaan berharga lainnya serta untuk pembayaran utang.Beberapa ahli juga menyebutkan fungsi uang sebagai alat penunda pembayaran.

Keberadaan uang menyediakan alternatif transaksi yang lebih mudah daripada barter yang lebih kompleks, tidak efisien, dan kurang cocok digunakan dalam sistem ekonomi modern karena membutuhkan orang yang memiliki keinginan yang sama untuk melakukan pertukaran dan juga kesulitan dalam penentuan nilai. Efisiensi yang didapatkan dengan menggunakan uang pada akhirnya akan mendorong perdagangan dan pembagian tenaga kerja yang kemudian akan meningkatkan produktifitas dan kemakmuran.

 

About okesofyan

saya belajar terus menur untuk mencapai impian

Posted on 14/11/2011, in Ekonomi Teknik. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: